PERAN FILSAFAT HUMANISME DALAM MEMBENTUK PARADIGMA PENDIDIKAN ABAD 21
Keywords:
Humanisme, Paradigma, Pendidikan, Abad ke-21Abstract
Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut adanya paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi manusia secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, filsafat humanisme menjadi salah satu landasan penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat humanisme dalam membentuk paradigma pendidikan abad ke-21 serta implikasinya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat humanisme menempatkan manusia sebagai pusat dalam proses pendidikan dengan menekankan pengembangan potensi individu secara menyeluruh yang meliputi aspek kognitif, emosional, sosial, dan moral. Implementasi nilai-nilai humanisme dalam pendidikan dapat dilakukan melalui penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning), penciptaan lingkungan belajar yang demokratis dan inklusif, serta integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, filsafat humanisme memiliki peran strategis dalam membangun paradigma pendidikan abad ke-21 yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi manusia secara holistik.
Downloads
References
Abdillah, H. (2022). Dampak Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Al-Amar, 3(4), 562–577.
Abdillah, H. (2026). Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Teknologi Informasi Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Al-Amar, 7(1), 1–15.
Agustinova, D. E. (2020). Urgensi humanisme dalam pendidikan abad ke-21. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 17(2), 173–188. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/socia.v17i2.53011
Alammy, L. L. (2025). Peran Guru Terhadap Perkembangan Karakter Anak Usia Dini Di PAUD TKIT Nuralima. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 4(12), 4721–4736. https://doi.org/https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i12.3925
Andrivat, Z. (2024). Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Sekolah Dasar. Jurnal Primary Edu, 2(2), 182–197.
Andrivat, Z. (2025). Implementasi Pembelajaran Tematik Perkembangan Teknologi Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III Sekolah Dasar. Jurnal Primary Edu, 3(3), 264–279.
Arifudin, O. (2023). Dampak Model Pembelajaran Cooperative Learning Terhadap Motivasi Belajar Guru Pendidikan Agama Islam. Antologi Kajian Multidisiplin Ilmu (Al-Kamil), 1(1), 70–81.
Arofaturrohman et al. (2023). Implementasi teori belajar humanisme dalam pembelajaran pendidikan agama Islam perspektif Carl Rogers. Tsaqofah, 3(1), 140–147. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v3i1.837
Asitoh, A. (2025). Efektivitas Meronce Kartu Huruf Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Anak Usia Dini Di PAUD A. Sopyan Karawang. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 5(1), 453–468.
Awaludin, A. (2023). Strategi Guru Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini Di PAUD Cendekia Muslim. Plamboyan Edu, 1(3), 257–269.
Azhirakeisha et al. (2024). Filsafat pendidikan humanisme dalam pengembangan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 44573–44578.
Banks, J. A. (2006). Diversity and citizenship education. Routledge.
Biesta, G. (2017). The rediscovery of teaching. Routledge.
Biesta, G. (2020). Educational research: An unorthodox introduction. Bloomsbury.
Erfiyana, E. (2025). Islamic School Financial Management: A Case Study of Islamic Junior High Schools in Rural Areas. International Journal Of Science Education and Technology Management, 4(2), 33–44.
Erfiyana, E. (2026). Transformational Leadership of School Principals in Developing Islamic Education in Elementary Madrasahs. International Journal Of Science Education and Technology Management (IJSETM), 4(1), 32–44.
Firmansyah et al. (2025). The importance of humanism education for students in the globalization era. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru, 16(1), 522–537.
Freire, P. (2000). Pedagogy of the oppressed. New York: Continuum.
Fullan. (2021). The new meaning of educational change (6th ed.). Teachers College Press.
Fullan & Langworthy. (2014). A rich seam: How new pedagogies find deep learning. Pearson.
Husnaini et al. (2024). Pembelajaran sosial emosional: Tinjauan filsafat humanisme terhadap kebahagiaan dalam pembelajaran. Journal of Education Research, 5(2), 1026–1036.
Jamaluddin & Ismail. (2024). Transformasi pendidikan abad 21: Relevansi filsafat pendidikan dengan pembentukan karakter nasional. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 231–240.
Lickona. (2013). Pendidikan Karakter (Panduan Lengkap Mendidik siswa menjadi Pintar dan Baik). Bandung: Penerbit Nusa Media.
Mayasari, A. (2023). Implementasi Model Inkuiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD. Jurnal Primary Edu, 1(3), 382–397.
Mayasari, A. (2025). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Benda Konkret Di Kelas V MI Tarbiyah Islamiyyah Tirta Makmur. Jurnal Primary Edu, 3(1), 124–137.
Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed.). Berkeley: University of California Press.
Nurazizah, S. (2026). The Role Of Teachers In Instilling Disciplined Character In Early Childhood 5-6 Years Old At Darussalam Early Childhood Education Center. International Journal Of Science Education and Technology Management (IJSETM), 5(1), 1–13.
Pambudi et al. (2025). Penerapan filsafat humanisme dalam pendidikan sekolah dasar untuk membangun karakter anak yang holistik dan berkelanjutan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 332–345.
Patty et al. (2024). Humanizing learning: Implementing the humanistic approach in inclusive education. Heutagogia: Journal of Islamic Education, 4(1), 87-106. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/hjie.2024.41-07.
Ratnaningsih, Y. (2026). Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Alam Dalam Rangka Mengembangan Kognitif Anak Pada Kelompok B PAUD Nurulzulam. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 5(3), 1535–1549.
Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective. Pearson.
Supriatna, U. (2026). The Role Of Teachers In Improving The Quality Of Learning In Madrasah Tsanawiyah. International Journal Of Science Education and Technology Management (IJSETM), 5(1), 45–56.
Tasyirifiah et al. (2023). Peranan teori belajar humanistik dalam keberhasilan belajar abad 21. Jurnal Anwarul, 3(4), 777–787.
Trilling & Fadel. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. Jossey-Bass.
Ulfah, U. (2021). Pengaruh Aspek Kognitif, Afektif, Dan Psikomotor Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik. Jurnal Al-Amar, 2(1), 1–9.
Ulfah, U. (2022). Peran Guru Dalam Upaya Pengembangan Bakat Dan Minat Peserta Didik. Jurnal Al-Amar, 3(1), 9–16.
Waluyo, A. H. (2024). Filsafat Perbedaan Dalam Konsep Yin-Yang. Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN), 3(2), 24–29.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asri Ulfah Wulan Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







